Powered by Blogger.

Humor si Pengusaha

                                Hasil gambar untuk lelucon pengusaha

Gila Duit
Seorang eksekutif muda pengusaha sukses yang terkenal pelit dan terlalu banyak perhitungan sedang menerima telepon dari istrinya.
Pengusaha : Ada apa sih Mi kok nelpon pas jam kantor? Kan papi udah bilang, jangan ganggu papi saat jam kerja karena waktu adalah uang. Time is money, Mi...
Istri : Tapi masalahnya sangat darurat Pi....
Pengusaha : Darurat apa? Bagi papi tak ada yang lebih darurat daripada soal duit.
Istri : Ini juga soal uang Pi.... si Dedek anak kita nelan duit!!
Pengusaha : Apa?! (dengan nada panik) Berapa banyak yang ketelan?
Istri : Satu buah uang logam lima ratusan rupiah, pi...
Pengusaha : Syukurlah... Kirain lima ratus dollar
Istri : Glodak!! Tut... tut... tut.....

Bagi Keuntungan
Seorang pengusaha nyentrik bertamu ke kantor Bib Sewuan, teman akrabnya yang dulu sama-sama pernah merasakan pahit getir memulai bisnis. Meskipun sudah sama-sama jadi konglomerat, gaya becanda mereka masih norak seperti dulu. Tengah asyik tertawa-tawa, tiba-tiba ruang kerja nan mewah full AC tersebut dipenuhi bau tak sedap.
Bib : Hei, kamu kentut ya?
Bob : Iya, emang kenapa?
Bib : Meski udah jadi big boss, kebiasaan jorok kamu itu tak ilang juga ya...
Bob : Begini... aku pingin nanya. Menurut kamu kentut itu menguntungkan apa merugikan?
Bib : Tentu saja merugikan
Bob : Makanya aku buang
Bib : Ralat deh... maksudku kentut itu menguntungkan
Bob : Makanya sebagai teman yang baik, aku bagikan keuntungan ini buatmu juga
Bib : Deal.....!!   

Pengusaha Sukses
Prihatin dengan kekerasan di bekas sekolahnya, Wahyu menghimpun teman-teman seangkatannya di SMA. "Kita ketemu adik kelas sekalian reuni," katanya di telepon.

Setelah menasehati para adik kelas, Wahyu dan kawan-kawan pergi ke restoran. Di tengah acara reuni, mereka setuju menghimpun danan untuk amal. 

Hingga terkumpul Rp 4.990.000, satu-satunya hadirin yg belum menyumbang adalah Wahyu, yang notabene adalah seorang pengusaha yang terbilang sangat sukses.

Wahyu pun menulis Rp 5.000.000 pada selembar cek dan meletakannya di tengah meja. Wahyu kemudian merapikan lembaran-lembaran uang yang terhampar di meja lalu memasukan uang itu ke kantongnya.
Botol Kecap
Seorang pengusaha dari sebuah perusahaan bonafid sedang melalukan test wawancara terhadap seorang calon karyawan.
Pengusaha : Bagaimana latar belakang pendidikan Anda?
Calon karyawan : Sejak TK, SD, SMP, SMA sampai lulus sarjana S2 saya selalu ranking 1 dan jadi juara kelas.
Pengusaha : Keahlian apa yang Anda miliki?
Calon karyawan : Saya paling ahli dalam mengetik, membuat laporan rugi laba, analisis data dan soal pemprograman komputer, Bapak tak perlu khawatir... saya yang nomor 1
Pengusaha : Apa posisi Anda di perusahaan sebelumnya?
Calon karyawan : Mulanya saya hanyalah staff biasa. Tapi karena saya selalu jadi yang nomor 1 di antara karyawan lainnya, hanya dalam waktu kurang dari setahun saya dipromosikan jadi kepala bagian.
Pengusaha : Seandainya diterima kerja di sini, apa yang bisa Anda berikan untuk perusahaan?
Calon karyawan : Saya akan membawa perusahaan bapak jadi nomor 1 diantara para kompetitor.
Pengusaha : Begini.... Jujur saya terkesan dengan kata-kata Anda. Tapi maaf, saya tak bisa menerima Anda untuk kerja di perusahaan ini
Calon karyawan : Lho.... kenapa Pak?
Pengusaha : Karena saya mencari seorang karyawan.... bukan sebotol kecap!!
Calon karyawan : (melongo....)



Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Humor si Pengusaha"

 
Copyright © 2015 humor - All Rights Reserved
Template By Kunci Dunia
Back To Top