Ustadz vs Supir taksi
Ustadz : "Taksi taksi..!"
Supir : "Mau tujuan kmn pak ustadz?"
Ustadz : "kejalan murjani KM 17 ya?"
Supir : "baik pak ustadz, silahkan naik.."
Supir : "Mau tujuan kmn pak ustadz?"
Ustadz : "kejalan murjani KM 17 ya?"
Supir : "baik pak ustadz, silahkan naik.."
*ditengah perjalan si supir taksi menyalakan musik barat yg cukup keras*
Ustadz : "Tolong donk pir, matikan musiknya!! zaman nabi dulu gak ada musik2 barat ky gitu. Haram tau hukumnya..!!"
Supir : (si Supir'pun langsung mematikan musiknya dgn perasaan jengkel)
Ustadz : "Nah,, gitu donk pir.."
Supir : "skrg pak ustadz tolong turun dr taksi saya..!!"
Ustadz : "Loh, kok saya disuruh turun sih pir? ini kan belum nyampe tujuan..?"
Supir : "zaman nabi dulu gak ada taksi taksian!! Skrg pak ustadz silahkan turun, sapa tau az nanti ada onta lewat
Supir : "skrg pak ustadz tolong turun dr taksi saya..!!"
Ustadz : "Loh, kok saya disuruh turun sih pir? ini kan belum nyampe tujuan..?"
Supir : "zaman nabi dulu gak ada taksi taksian!! Skrg pak ustadz silahkan turun, sapa tau az nanti ada onta lewat
Supir Taxi dan Suster
Ada seorang suster naik ke taxi. Selama di perjalanan tuh si supir taksi selalu saja curi-curi pandang ke suster.
Akhirnya ga lama si supir taksi mulai buka pembicaraan: "Suster, saya mau tanya.. Tapi mohon maaf sebelumnya saya tidak mau menghina suster".
"Oh tidak apa. Silahkan tanya apa?" jawab suster.
"Ngg... Gini suster.. Anu.. Saya dari dulu punya impian ada seorang suster mau melakukan or*l s3x dengan saya"
Suster jawab: "Oh, tapi kamu ini masih bujangan kan?"
Supir taxi cepat jawab: "Iya.. ya...Saya masih bujangan"
Suster jawab: "Oke tuh di depan sana ada gang gelap coba masuk ke sana dan stop sebentar".
Si sopir gesit cepet arahkan taxi masuk gang, lalu seperti yang sudah diduga si suster pun akhirnya memenuhi "impian" nya.
Selesai, balik di perjalanan si supir taksi mulai nangis terisak-isak.
Suster: "Lah kenapa nangis?"
Supir taxi: "Maaf suster, saya udah bersalah banget. Saya tadi bohong. Saya pengen ngaku. Saya ini sudah menikah.."
"Oh ga apa kok" jawab suster "Nama saya Kevin, dan saya ini lagi mau pergi ke pesta kostum Halloween"
Akhirnya ga lama si supir taksi mulai buka pembicaraan: "Suster, saya mau tanya.. Tapi mohon maaf sebelumnya saya tidak mau menghina suster".
"Oh tidak apa. Silahkan tanya apa?" jawab suster.
"Ngg... Gini suster.. Anu.. Saya dari dulu punya impian ada seorang suster mau melakukan or*l s3x dengan saya"
Suster jawab: "Oh, tapi kamu ini masih bujangan kan?"
Supir taxi cepat jawab: "Iya.. ya...Saya masih bujangan"
Suster jawab: "Oke tuh di depan sana ada gang gelap coba masuk ke sana dan stop sebentar".
Si sopir gesit cepet arahkan taxi masuk gang, lalu seperti yang sudah diduga si suster pun akhirnya memenuhi "impian" nya.
Selesai, balik di perjalanan si supir taksi mulai nangis terisak-isak.
Suster: "Lah kenapa nangis?"
Supir taxi: "Maaf suster, saya udah bersalah banget. Saya tadi bohong. Saya pengen ngaku. Saya ini sudah menikah.."
"Oh ga apa kok" jawab suster "Nama saya Kevin, dan saya ini lagi mau pergi ke pesta kostum Halloween"
Penumpang Tanpa Busana
Bagi pak supir, mala mini bukanlah malamnya. Dari tadi dia sepi penumpang. Bahkan untuk setoran saja tidak cukup. Tapi ketika seorang penumpang masuk, pak supir dibuat kebingungan karena perempuan tanpa busana tiba-tiba masuk.
Perempuan : Biasa saja pak lihatnya? Nggak pernah lihat cewek telanjang apa!
Tentu saja pak supir menjawab,
Pak supir : Bukan begitu mba. Saya cuma bingung gimana cara mba keluarin duit buat bayar taksinya.
Mobil Tanpa Supir
Karena asyik memotret sunset dan mengeksplorasi wilayah yang baru pertama kali dia kunjungi, seorang travel fotografer baru menyadari bahwa dia sudah tersesat dan ditinggal oleh rombongannya. Dan tanpa disangka-sangka, hujan badai turun! Spontan fotografer itu bete abis... udah tersesat, gelap, hujan pula...
Tapi akhirnya timbul harapan... Di ujung jalan dia melihat lampu mobil perlahan-lahan mendekat. Tidak mau kehilangan kesempatan, dia melambaikan tangannya untuk meminta tumpangan.
Ketika mobil tersebut mendekat, tanpa mau membuang waktu, sang fotografer langsung naik ke mobil, duduk dan kaget!!! Karena dia baru menyadari bahwa mobil tersebut tidak ada yang mengemudikan.
Tapi daripada bete, fotografer tersebut tetap bertahan berada di dalam mobil, sambil berdoa.
Dalam perjalanan di dalam mobil yang berjalan dengan pelan sekali, ketika mobil sepertinya akan menabrak pohon atau jatuh ke jurang, tiba-tiba muncul sebuah tangan dan mengendalikan setir agar mobil tidak menabrak atau jatuh. dan hal tersebut terus terjadi berulang kali.
Akhirnya, ketika mobil mendekati sebuah warung kopi, fotografer tersebut buru-buru turun dan memesan secangkir kopi. Sambil menangis terisak-isak, fotografer tersebut menceritakan kejadian seram yang baru saja dia alami.
Setelah selesai bercerita, fotografer tersebut akhirnya pingsan kelelahan dan juga karena menahan rasa takut.
Mendadak, dua orang berpakaian kotor dan basah kuyup masuk ke dalam warung kopi dan melihat sang fotografer yang sedang pingsan. Spontan salah satu dari mereka berkata, "Itu dia si kampret yang numpang di mobil yang lagi kita dorong!"
Tapi akhirnya timbul harapan... Di ujung jalan dia melihat lampu mobil perlahan-lahan mendekat. Tidak mau kehilangan kesempatan, dia melambaikan tangannya untuk meminta tumpangan.
Ketika mobil tersebut mendekat, tanpa mau membuang waktu, sang fotografer langsung naik ke mobil, duduk dan kaget!!! Karena dia baru menyadari bahwa mobil tersebut tidak ada yang mengemudikan.
Tapi daripada bete, fotografer tersebut tetap bertahan berada di dalam mobil, sambil berdoa.
Dalam perjalanan di dalam mobil yang berjalan dengan pelan sekali, ketika mobil sepertinya akan menabrak pohon atau jatuh ke jurang, tiba-tiba muncul sebuah tangan dan mengendalikan setir agar mobil tidak menabrak atau jatuh. dan hal tersebut terus terjadi berulang kali.
Akhirnya, ketika mobil mendekati sebuah warung kopi, fotografer tersebut buru-buru turun dan memesan secangkir kopi. Sambil menangis terisak-isak, fotografer tersebut menceritakan kejadian seram yang baru saja dia alami.
Setelah selesai bercerita, fotografer tersebut akhirnya pingsan kelelahan dan juga karena menahan rasa takut.
Mendadak, dua orang berpakaian kotor dan basah kuyup masuk ke dalam warung kopi dan melihat sang fotografer yang sedang pingsan. Spontan salah satu dari mereka berkata, "Itu dia si kampret yang numpang di mobil yang lagi kita dorong!"
0 Komentar untuk "Supir Lucu"