Powered by Blogger.

Lelucon Nelayan

Hasil gambar untuk humor nelayan

Suatu hari di suatu masa seorang yang berilmu dan alim, sebut saja namanya Kadir, ingin bepergian ke kota lain di seberang lautan. Maka ia menyewa seorang nelayan dengan perahunya untuk membawanya menyeberang. Nelayan tersebut namanya Samin. Saat itu udara nyaman, dan angin lautpun pun tenang. Di tengah perjalanan keduanya Kadir dan Samin mulai terlibat dalam sebuah percakapan menarik. Sang ilmuwan bertanya pada nelayan: “Hai Samin, dapatkah kamu membaca dan berhitung?” samin langsung menjawab apa adanya: “Tidak.” Hmm, Kadir mengangguk dan berguman: “Sayang sekali. Seperempat hidupmu telah hilang” Angin yang mulai berhembus agak kencang dan ombak yang semakin tinggi tak mengusik mereka.

 Keduanya tetap asyik dengan tanya jawabnya. Lalu bertanyalah Kadir kembali: “Tahukan kamu tentang ilmu perbintangan ? Samin pun menjawab; “Tidak” “Hmm, sayang sekali. Seperempat hidupmu telah kau sia-siakan?” guman Kadir lagi. Lalu Kadir melanjutkan pertanyaannya itu “Tahukah kamu, tentang ilmu dagang?” Samin menjawab “Tidak” “Hmm sayang sekali. Seperempat hidupmu telah terbuang” Begitu kata Kadir Cuaca semakin buruk, angin bertambah kencang dan ombak tinggi menggulung-gulung. Perahu bergolak naik-turun dan terguncang-guncang hebat.

 Tapi keduanya tetap asyik dengan pecakapan mereka. Dan demikianlah, berbagai ilmu ditanyakan kepada nelayan, dan setiap kali nelayan menjawab “tidak” maka sepersekian hidupnya telah hilang. Ketika cuaca makin tidak menentu dan perahu makin oleng, maka tak lama lagi perahu ini akan tenggelam. Keduanya segera terdiam. Dalam suasana mencekam itu tiba-tiba sang nelayan Samin bertanya kepada orang yang berilmu Kadir tadi. “Tahukah Bapak caranya berenang?” Tanya Samin Kadir menjawab “Tidak.” “Hmm, sayang sekali. Seluruh hidup Bapak akan segera hilang" Ejek Samin dengan tenangnya Kadir   : ....????!!!!$$$$
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Lelucon Nelayan"

 
Copyright © 2015 humor - All Rights Reserved
Template By Kunci Dunia
Back To Top